Blog

7 Jenis Pembangkit Listrik yang Ada di Indonesia

Listrik merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan kita. Hampir sebagian besar peralatan yang kita gunakan pasti memerlukan daya listrik untuk mengaktifkannya. Karenanya untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan listrik, banyak dibangun pembangkit-pembangkit listrik. Pembangkit ini yang nantinya akan memproduksi listrik dan menyalurkannya ke masyarakat yang membutuhkna.

Kita memang sering mendengar istilah pembangkit listrik. Namun, apakah Anda sudah tahu apa arti dari pembangkit listrik? Secara definisinya, pembangkit listrik dapat diartikan sebagai semua alat yang dapat digunakan untuk membangkitkan atau menghasilkan energi listrik. Pada umumnya, yang dinamakan dengan pembangkit listrik adalah peralatan yang dapat menghasilkan energi listrik dalam skala yang besar.

Di negara kita sendiri, Anda akan mengenal beberapa jenis pembangkit listrik. Contoh pembangkit listrik  diantaranya ada yang menggunakan energi air yang menggerakan turbin kemudian dikonversikan menjadi energi listrik. Ada juga yang menggunakan bahan bakar minyak, tenaga angina, panas bumi, bahkan beberapa menggunakan tenaga matahari untuk membangkitkan listrik.

PLN sebagai produsen listrik milik negara bertanggung jawab atas pasokan sebagian besar listrik di Indonesia. Pembangkit-pembangkit listrik milik PLN ini tersebar dibeberapa daerah di Indonesia yang memungkinkan transfer energi listrik menjadi lebih mudah dan cepat diterima masyarakat. Namun tahukah Anda bagaimana sebuah energi listrik tercipta?

Macam-macam Pembangkit Listrik

Kita akan mengulangi kembali pengertian dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik adalah sejumlah rangkaian peralatan yang digunakan untuk mengkonversi suatu energi gerak menjadi energi listrik. Alat utama dari sebuah pembangkit listrik adalah generator. Dalam satu alat yang dinamakan generator ini lah terjadinya konversi energi gerak atau mekanis menjadi energi listrik.

Saat ini tentu saja dengan berkembangnya teknologi memungkinkan berkembangnya sumber-sumber energi penggerak baru yang bisa dikonversikan menjadi energi listik. Bila dulu biasanya sebuah pembangkit listrik identik dengan pembangkit listrik tenaga air dan uap, saat ini mulai berkembang pembagnkit listrik tenaga matahari, angin dan tenaga nuklir. Berikut adalah penjelasannya.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit listrik tenaga air lebih Anda kenal dengan sebutan PLTA. Pembangkit listrik tenaga air ini memanfaatkan tenaga yang diberikan oleh aliran air untuk menggerakkan sebuah turbin. Turbin ini yang nantinya akan disambungkan dengan generator sehingg mampu menghasilkan energi listrik. Air sebelumnya akan dibendung, sehingga aliran air akan langsung mengarah kepada turbin.

Pembangkit listrik tenaga air memang banyak dipilih sebagai pembangkit listrik di Indonesia dikarena banyaknya potensi sungai yang deras yang mampu dijadikan penggerak turbin. Sebagai salah satu energi yang dapat terbaharukan tentu saja pemanfaatan aliran sungai ini sangat menguntungkan bagi kita para pengguna listrik.  

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga uap biasnaya Anda kenal dengan sebutan PLTU. Pembangkit listrik jenis  ini memanfaatkan tenaga dari uap bertekanan yang dihasilkan dari pemanasan air dalam sebuah ketel uap atau boiler. Uap air bertekanan ini lantas digunakan  untuk menggerakkan turbin yang disambungkan dengan generator.

Karena turbin digerakan oleh uap air, maka pembangkit ini dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pada perkembangannya, PLTU akan dibagi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbahan bakar Batubara. Prinsip kerja pembangkit-pembangkit ini sama, hanya berbeda dari sumber utama bahan bakarnya saja.

Untuk pembangkit bertenaga batubara, prinsip kerjanya akan sama dengan PLTU, hanya saja energi yang digunakan untuk memanaskan air dalam boiler didapat dari pembakaran batubara. Beberapa PLTU dengan tenaga batubara ini banyak dibangun oleh PLN karena kapasitasnya yang memungkinkan untuk pembangkit skala besar.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB)

Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga panas bumi akan memanfaatkan energi panas bumi yang terkandung dibawah permukaan bumi. Dengan melakukan injeksi air kedalam perut bumi, lalu dipanaskan secara alami oleh energi panas bumi sehingga menghasilkan uap air. Uap air ini yang selanjutnya akan digunakan untuk menggerakkan turbin generator lalu menghasilkan listrik.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Pemanfaatan energi matahari sebagai pembangkit listrik komersil memang masih belum terlalu luas. Mahalnya biaya investasi menjadi salah satu penyebab pembangkit ini tidak banyak digunakan sebagai pembangkit berkapasitas besar. Anda bisa menemui pembangkit listrik tenaga surya justru dalam skala rmah tangga, yang biasanya digunakan sebagai pemanas air.

Energi yang dibangkitkan oleh panel surya itu akan disimpan dalam sebuah battery yang kemudian bisa Anda manfaatkan sewaktu-waktu saat membutuhkan.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Pembangkit Listrik Tenaga Gas atau biasa Anda kenal dengan PLTG adalah sebuah pembangkit yang menggunakan energy pembakaran dari gas alam untuk menggerakan turbinnya generator. Turbin gas ini didesign khusus untuk memanfaatkan energi pembakaran gas menjadi energi gerak atau mekanik. Energi gerak yang terjadi pada turbin ini akhirnya akan menggerakan generator dan menghasilkan listrik.

Pembangkit ini memiliki nilai efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan PLTU. Karena gas cenderung sebagai bahan bakar yang lebih mudah terbakar dan ramah pada lingkungan. Tidak seperti solar dan batubara.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

Pembangkit yang biasanya untuk skala rumah tangga ini biasa Anda temui pada rumah-rumah yang sering mengalami pemadaman bergilir. Pada dasarnya pembangkit listrik bertenaga diesel ini adalah sebuah mesin yang bergerak dengan bahan bakar diesel yang disambung dengan generator. Putaran yang dihasilkan oleh mesin akan memutarkan generator sehingga bisa menghasilkan listrik.

Karena keterbatasan dalam ukuran mesin diesel, maka pembangkit ini tidak ekonomis untuk di scale up ke ukuran pembangkit besar berkapasitas besar juga. Selain itu harga bahan bakar diesel yang cukup mahal serta efek pencemaran lingkungan karena pembakaran diesel yang cenderung kurang sempurna sehingga menimbulkan jelaga amat sangat mengganggu lingkungan sekitar.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Untuk Anda yang belum tahu, ternyata Indonesia sudah memiliki pembangkit listrik bertenaga nuklir. Dua buah, satu ada di Bandung, dan yang satu ada di Serpong, Banten. Memang pembangkit ini masih merupakan miniatur dari pembangkit nuklir sungguhan, namun pengembangan teknologi nuklir sebagai pembangkit di Indonesia ini akan segera menuju ke skala besar.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini pembangkit listrik diarahkan untuk menggunakan sumber energi terbarukan. Seperti tenaga angin dan tenaga ombak, sehingga penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dapat dikurangi. Selain untuk mengurangi efek rumah kaca yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fossil, sumber energi yang terbarukan tentu saja akan membawa nilai ekonomis yang lebih besar.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam memahami berbagai macam jenis pembangkit listrik yang ada di Indonesia.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *